Manajemen Konflik

Narasumber : Mbak Annisa Jarizky (JTIf 2015)

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan. Bahkan sepanjang kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan dan bergelut dengan konflik. Demikian halnya dengan kehidupan organisasi. Anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada konflik. Perubahan atau inovasi baru sangat rentan menimbulkan konflik (destruktif), apalagi jika tidak disertai dengan pemahaman yang memadai terhadap ide-ide yang berkembang.

Menurut Webster (1966) dalam Dean G. Pruitt dan  Feffrey Z. Rubin, istilah "conflict" dalam bahasa aslinya berarti suatu "perkelahian, peperangan, atau perjuangan" yaitu berupa konfrontasi fisik antara beberapa pihak. Arti kata itu kemudian berkembang menjadi "ketidaksepakatan yang tajam atau oposisi atas berbagai kepentingan."

Manajemen konflik sangat berpengaruh bagi anggota organisasi. Pemimpin organisasi dituntut menguasai manajemen konflik agar konflik yang muncul dapat berdampak positif untuk meningkatkan mutu organisasi.

Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan/interests dan interpretasi . Bagi pihak luar (di luar yang konflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.

Tahapan-tahapan perkembangan ke arah terjadinya konflik :

  1. Konflik masih tersembunyi
    Kondisi emosional yang dirasakan sebagai hal yang bisa dan tidak dipersoalkan sebagai hal yang mengganggu dirinya.
  2. Konflik yang mendahului (antecedent condition)
    Tahap perubahan dari apa yang dirasakan secara tersembunyi yang belum mengganggu dirinya, kelompok/organisasi secara keseluruhan, perbedaan peran.
  3. Konflik yang dapat diamati (perceived conflicts)
  4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku (manifest behavior).
  5. Penyelesaian/tekanan konflik
  6. Akibat penyelesaian konflik
    Jika konflik diselesaikan dengan efektif dengan strategi yang tepat, maka dapat memberikan kepuasan dan dampak positif bagi semua pihak.
Dampak Positif Konflik :
  1. Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan
  2. Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif
  3. Semakin berkurang tekanan-tekanan
  4. Meningkatnya motivasi
Dampak Negatif Konflik :
  1. Meningkatnya jumlah absensi
  2. Banyak yang mengeluh
  3. Banyak yang sakit-sakitan
  4. Muncul perasaan kurang aman/merasa tertolak.
Strategi Mengatasi Konflik :
  1. Pengenalan
  2. Diagnosis
  3. Menyepakati suatu solusi
  4. Pelaksanaan
  5. Evaluasi
Atau
  1. Rujuk
  2. Persuasi
  3. Penekanan dan pemaksaan
  4. Intervensi (pihak ke-3)
Penyebab Konflik :
  1. Faktor Manusia
  2. Faktor Organisasi
    • Contending (bertanding)
    • Yielding (mengalah)
    • Problem Solving (pemecahan masalah)
    • Withdrawing (menarik diri)
    • Inaction (diam)

Komentar

Postingan Populer